Detil Artikel

Perbedaan Kata Difabel dan Disabilitas

Home Detil Artikel

Perbedaan Kata Difabel dan Disabilitas

Image

Dari WAG aktivis disabilitas (respons saat ada jurnalis yg bertanya perbedaan kata difabel & penyandang disabilitas).

Menurut Jenni Rosa Damayanti, PJS – Ini saya coba saya rangkum dari berbagai tulisan mengapa istilah “people with disability/orang dengan disabilitas” dan bukan “people with different ability/difabel” yang digunakan secara internasional.

Alasannya secara ringkas ada 2:

  1. Setiap orang, dengan disabilitas atau tidak, punya different ability (kemampuan yang berbeda-beda). Ada yang jago matematika, pintar berkebun, bisa beberapa bahasa asing, bisa bahasa isyarat, hebat memasak, bisa baca braille dll. Jadi istilah difabel (different ability) itu bisa diaplikasikam kepada semua orang, tidak hanya penyandang disabilitas.
  2. Person with disability (penyandang disabilitas) adalah istilah yang merupakan pernyataan politik dan gugatan terhadap ketidak adilan. Dalam istilah “person with disability” langsung tergambar berbagai hambatan, kesulitan, ketidak adilan yang dialami oleh penyandang disabilitas di lingkungannya. Diskriminasi, stigma, hambatan aksesabilitas, termaktub dalam istilah ini.

Istilah “person with disability” tidak berupaya bermanis-manis (sugar coating) menutupi realita keras yang dialami oleh penyandang disabilitas. Ya kita didiskriminasi, ya kita dihadapkan pada lingkungan yang tidak akses, ya kita ditinggalkan oleh pembangunan yang semua itu membuat kita menjadi penyandang disabilitas.

Istilah difabel terdengar halus dan manis. Namun dalam istilah difabel, realita keras yang dialami penyandang disabilitas tidak terasa. Seolah-olah semua baik-baik saja. Kita kan punya kemampuan yang berbeda-beda…Jadi gak ada masalah.. Everything is nice and dandy. Istilah “difabel” adalah euphimisme (penghalusan keadaan) dari istilah “person with disability” .

Sebagai perbandingan dalam konteks Indonesia, situasi ini mirip dengan perbedaan istilah “karyawan” dan “buruh”.

Sebutan karyawan itu halus dan enak didengar, namun dalam sebutan ini tidak terasa kesulitan, penindasan, ketidak adilan dan perjuangan panjang yang dialami oleh kaum buruh seperti yang langsung terasa saat kita mendengar kata “buruh”. Istilah “buruh” terdengar kasar dan menyentak. Namun dalam istlah ini langsung tergambar situasi nyata yang dihadapinya.

Difabel itu seperti istilah “karyawan”. People with disability itu seperti istilah “buruh”.

Di dunia internasional perdebatan ini tidak terdengar. CRPD dan semua dokumen yg dikeluarkan oleh PBB serta para komisioner CRPD menggunakan istilah ini. Demikian pula organisasi2 disabilitas dunia, termasuk International Disability Alliance yang merupakan aliansi dari semua payung organisasi disabilitas sedunia yang mewakili semua cabang disabilitas. Saya cukup sering mengikuti berbagai pertemuan internasional ttg disabilitas dan bertemu dengan berbagai organisasi disabilitas dari berbagai penjuru dunia, namun tidak pernah mendengar kata “difabel” dipakai apalagi di perdebatkan.

Pada akhirnya semua tergantung pilihan masing-masing. Saya lebih memilih sebuah istilah yang menggugat ketidak adilan yang pahit, karena itu saya memilih istilah people with disability.